Psychological Safety

Ruang bermain atau bekerja sih?

Ruang bermain sangat erat dengan Psychological Safety yang baik, konsep penting dalam psikologi organisasi, terutama dalam konteks kerja tim dan inovasi🤯

Pertama kali diperkenalkan oleh Amy Edmondson, seorang profesor di Harvard Business School. Psychological Safety merujuk pada sebuah lingkungan dimana individu merasa aman untuk mengambil resiko, berbicara terbuka, dan mengekspresikan ide-ide mereka tanpa takut akan penilaian negatif atau hukuman🤩

Konsep ini sangat relevan dalam membentuk ‘Learning Zone’, yang merupakan keadaan di mana individu dan tim merasa termotivasi dan mampu untuk belajar, bereksperimen, dan berkembang. Dalam Learning Zone, orang merasa nyaman untuk mencoba hal-hal baru, membuat kesalahan, dan belajar darinya. Ini berbeda dengan ‘Comfort Zone’ di mana seseorang mungkin merasa aman tapi tidak termotivasi untuk berkembang, ‘Apathy Zone’ yang ditandai dengan kehilangan minat dan motivasi, dan ‘Anxiety Zone’ di mana tekanan dan ketakutan menghalangi kinerja dan pembelajaran😓

Mengapa Learning Zone penting? Dalam lingkungan yang mendukung Psychological Safety, individu lebih cenderung:

✅ Berinovasi dan Kreatif
Ketika tidak takut gagal, individu lebih cenderung mengambil risiko dan berpikir di luar kotak.

✅ Belajar dari Kesalahan
Kesalahan dilihat sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kegagalan pribadi.

✅Berbagi Pengetahuan
Orang merasa lebih nyaman untuk berbagi ide dan pengetahuan, yang memperkaya seluruh tim.

✅Bekerjasama dengan Efektif
Meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan antara anggota tim, menghasilkan kolaborasi yang lebih baik.

Untuk menciptakan Learning Zone yang kaya akan kreativitas, penting untuk membangun budaya organisasi yang menghargai keberagaman pemikiran, menerima risiko dan kegagalan sebagai bagian dari proses, dan mendorong komunikasi terbuka. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi, di mana setiap orang merasa dihargai dan terlibat dalam pekerjaannya.

Seberapa tinggi Psicological Safety tampat kamu bekerja?

Inovator & enthusiast

Ada yang lebih keren selain jadi Silent Majority?

Dalam perjalanan inovasi, setiap individu memainkan peran unik dalam menyebarluaskan ide-ide baru. Ada dua peran yang biasanya terdepan dalam perubahan, yakni sang inovator & sang enthusiast yang sangat krusial dalam merajut masa depan. Mereka bukan sekadar pemimpin dalam mengadopsi gagasan, tetapi juga pemberani yang tak gentar menghadapi risiko. Di tangan mereka, ide-ide segar tidak hanya ditemukan tetapi juga dibawa ke kehidupan nyata, membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru yang belum terjamah.✍️

Inovator berdiri di garis terdepan, sering kali mereka adalah pencipta atau pengembang awal dari sebuah ide. Mereka menanamkan benih perubahan dengan dedikasi & ketekunan. Sementara itu, enthusiast, dengan semangat & kegembiraannya, jadi pendukung vital dalam menyebarluaskan gagasan. Mereka berbagi visi inovator, menyebarkannya melalui komunitas & jaringannya, sering kali jadi pengguna awal yang memberikan umpan balik penting untuk penyempurnaan lebih lanjut✨

Kedua kelompok ini, adalah pemberani & dedikasi tinggi, tidak hanya menghadirkan inovasi tetapi juga menginspirasi orang lain. Mereka menunjukkan bahwa melangkah ke wilayah yang tidak diketahui dapat membawa keuntungan yang signifikan, tidak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dalam dunia yang terus berubah, di mana adaptasi adalah kunci, peran mereka menjadi sangat penting. Inovator & enthusiast sering kali menjadi pencipta lapangan kerja baru, membuka pasar yang belum tersentuh & mendorong pertumbuhan ekonomi, jadi motor penggerak yang menggerakkan roda inovasi, mendorong yang lain maju ke depan🙌

Jadi bagian dari kelompok inovator & enthusiast bukan cuma tentang menciptakan sesuatu yang baru / jadi yang pertama. Ini tentang menjadi bagian dari perubahan, menjadi pendorong dalam evolusi masyarakat. Dalam dunia yang cepat berubah, mereka punya peran penting dalam membentuk masa depan. Mendorong lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari kelompok ini bukan hanya mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga tentang membentuk masyarakat yang lebih adaptif, inovatif & progresif🚀

Kamu pilih peran yang mana?

10 Types of Innovation

Dalam makin kompleks, makin dinamis & kompetitif, jangan sampai dibuat jadi complicated!

Kepercayaan diri akan kreativitas ternyata engga cuma dalam mencipta produk, tapi lebih dalam justru penting punya kreativitas mengembangkan model bisnis, jadi kunci keberlanjutan.

Kreativitas dalam bisnis justru mengarah pada eksplorasi peluang baru & pendekatan yang berbeda, Coba lagi deh kerangka kerja “10 Types of Innovation” – Doblin.

Kerangka kerja ini membuka cakrawala yang lebih luas, menemukan cara baru yang menuntut cara berpikir baru tentang bagaimana nilai diciptakan & ditangkap.

✅ Kerangka kerja terkait hubungan & jaringan. Buat lebih banyak kolaborasi strategis dengan mitra, supplier / bahkan pesaing, bisa juga membuka akses ke sumber daya, pasar / teknologi baru. Mengubah persaingan jadi sebuah proses sinergi & kemitraan.

✅ Beranikan buat mengadopsi struktur organisasi yang lebih fleksibel / metode kerja yang mempromosikan kolaborasi & kreativitas, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi & kinerja tim.

✅ Proses bisnis internal, seperti cara kerja tim, diinovasikan untuk meningkatkan produktivitas & efisiensi. Automatisasi, pengoptimalan proses / penerapan metodologi baru seperti Lean / Agile.

✅ Inovasi pada pengalaman yang diberikan oleh produk tersebut. Desain pengalam & fungsi yang membuat pengalaman pengguna menjadi lebih intuitif & menyenangkan.

✅ Inovasi layanan, bisa berupa peningkatan layanan pelanggan atau pengembangan layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

✅ Saluran distribusi diinovasi dengan e-commerce atau strategi distribusi fisik yang efektif untuk mencapai pasar yang lebih luas & memberikan nilai lebih kepada pelanggan.

✅ Branding & komunikasi merek, memposisikan dirinya di pasar & berkomunikasi dengan pelanggan sangat mempengaruhi persepsi nilai & identitas merek.

✅ Lingkungan fisik yang seru diinovasikan untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan & produktivitas tim.

Jika 10 tipe inovasi ini bisa bertahap diekslorasi secara konsisten akan membuka jalan bagi pendekatan holistik dalam inovasi, memastikan bahwa setiap aspek bisnis berkontribusi pada pertumbuhan & keberhasilan jangka panjang.

Selamat berproses!

Taksonomi Berpikir Kreatif

Kenalan dulu yok sama “Taksonomi Berpikir Kreatif” yang dibuat oleh Todd Metrokin menguraikan tiga tingkat proses kreatif yang tidak hanya mengklasifikasikan berpikir kreatif ke dalam berbagai tingkatan, tetapi juga mengarahkan bagaimana mengintegrasikannya.
Tiga tingkatan berpikir kreatif ini adalah;

✅ Adaptive
Di level ini, kita menggunakan keterampilan dan alat yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah yang sudah jelas. Kita berinovasi dengan cara yang lebih terstruktur, sering melalui iterasi dan prototyping cepat.

✅✅ Explorative
Pada tingkat ini, kita mencari solusi untuk masalah yang lebih kompleks dengan pengetahuan baru dan cara berpikir yang belum terjamah. Ini mengharuskan kita untuk berpikir terbuka dan siap menghadapi ketidakpastian.

✅✅✅ Originative
Tingkat paling tinggi, di mana kita menciptakan solusi untuk masalah yang belum didefinisikan atau bahkan belum dikenali. Ini memerlukan koneksi antara ide-ide yang tampak tidak terkait dan sering kali melibatkan pengambilan risiko.

Kamu seringkali ada ditingkatan mana nih?
Selanjutya adalah tiga area pengetahuan yang penting buat membuncahkan kreatifitas;

💡
Experience; Memahami bagaimana orang atau benda berinteraksi dengan lingkungan mereka.
💡💡
Systems; Mengetahui tentang sistem dan struktur yang ada.
💡💡💡
Empathy; Memahami kebutuhan dan pandangan orang lain.

Pemikiran kreatif didefinisikan sebagai proses mengembangkan solusi baru, sedangkan inovasi adalah penerapan solusi tersebut untuk membuat perubahan yang berarti. Teori ini cukup membantu kita memahami gimana berpikir kreatif dapat diarahkan untuk mencapai inovasi yang nyata🙌

Selamat berproses!

Taxonomy of Values

Satu hal yang sering terlupakan dalam pendidikan yang justru pilar paling penting dalam proses pendidikan justru adalah terkait bagaimana membangun value, karena ini tak bisa dinilai dengan nilai sekedar angka IPK yang Ia raih. Tapi akan jelas bahwa orang lain akan merasakan dan mengenali value diri kita melalui beragam interaksi dan pengamatannya terhadap perilaku, tindakan, dan sikap kita.

Darimana value seseorang bisa terasa oleh kita?

✔️ Lihat bagaimana Ia bertindak 🫡
Value jadi sangat terlihat dalam cara kita berperilaku dan bertindak dalam berbagai situasi dapat memberikan gambaran tentang nilai-nilai dan prinsip yang dianut masing-masing pribadinya. Misalnya, apakah kita jujur, bertanggung jawab, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

✔️ Lihat konsistensinya antara ucapan & tindakannya 🙄
Sekeliling juga bisa mengenali nilai dirinya melalui konsistensi antara kata dan tindakan. Apakah Ia berpegang pada nilai-nilai kita bahkan dalam menghadapi tantangan.

✔️ Lihat bagaimana Ia berempati 😇
Bagaimana Ia menunjukkan empati & kepedulian terhadap orang lain juga mencerminkan nilai-nilai kita. Apakah Ia menunjukkan dukungan & perhatian pada orang lain serta menghargai kerjasama & hubungannya yang saling mendukung?

✔️Lihat bagaimana Ia mencapai prestasinya 🤩
Cara ini menujukka gambaran tentang nilai-nilai yang Ia prioritaskan dalam hidup. Bagaimana ketekunannya, rasa ingin tahu & dedikasi ya dalam mencapai tujuan.

✔️Lihat cara Ia berkomunikasi 🥳
Cara Ia berinteraksi dengan orang lain bisa memperlihatkan nilai-nilai seperti rasa hormat, kerjasama & kejujuran.

✔️ Lihat pengaruh positifnya😚
Sekeliling bisa mengenali nilai dirinya melalui pengaruh positif yang kita berikan pada mereka. Apakah Ia jadi contoh yang baik atau membantu menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik?

✔️ Lihat bagaimana Ia merespon tantangan 🤨
Ini akan sangat mencerminkan nilai-nilai dan karakternya. Respons yang positif dan ketabahan menunjukkan nilai-nilai yang kuat dan ketekunan.

Semoga kita senantiasa jadi orang yang tekun ya, mulai dari hal-hal kecil baik yang dilakukan setiap harinya, secara konsisten, selamat berproses!

Co-Creation & Co-Creative

Co-creation dan co-creative merupakan konsep yang terkait erat dan sering digunakan dalam konteks inovasi dan pengembangan produk atau layanan. Apa bedanya?

1. Co-creation
Co-creation merujuk pada proses di mana perusahaan atau organisasi bekerja sama dengan pelanggan atau pengguna akhir untuk menciptakan nilai tambahan.

Dalam co-creation, perusahaan mengakui bahwa pelanggan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang berharga, dan melibatkan mereka dalam tahap-tahap awal perencanaan, desain, pengembangan, dan evaluasi produk atau layanan.

Co-creation melibatkan kolaborasi aktif antara perusahaan & pelanggan untuk menghasilkan solusi yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan yang lebih baik pula.

2. Co-creative
Sementara itu, co-creative adalah sebuah pendekatan atau sikap yang diadopsi oleh individu atau tim dalam konteks kolaborasi dan kreativitas.

Co-creative menekankan pada partisipasi aktif, ide-ide baru, dan pemecahan masalah bersama sebagai tim. Ini melibatkan berbagi pengetahuan, keterampilan, dan inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bernilai serta mendorong kolaborasi yang inklusif, adanya saling mendukung, dan keterlibatan semua anggota tim dalam proses kreatif.

Dalam rangka kerja sama antara perusahaan & pelanggan, perusahaan dapat menerapkan pendekatan co-creative untuk menciptakan lingkungan di mana pelanggan merasa didengar, terlibat & berkontribusi pada pengembangan produk atau layanan. Maka co-creative dapat menjadi salah satu komponen dari proses co-creation yang lebih luas.

Jika keduanya terlaksana, kemudian yang perlu dijaga adalah co-evolutionnya.

3. Co-evolution

Co-evolution merujuk pada perubahan yang saling mempengaruhi antara perusahaan & konsumen dalam merespon, beradaptasi dengan perubahan pasar, teknologi & kebutuhan pelanggan, kemudian menyesuaikan produk, layanan untuk memenuhi permintaan yang berkembang.

Proses ini melibatkan iterasi dan evolusi yang berkelanjutan di kedua sisi, di mana perusahaan dan konsumen saling mempengaruhi & beradaptasi satu sama lain seiring waktu, mencerminkan hubungan yang dinamis, saling bergantung & berinteraksi.

Gimana, kita mulai kerjasama & maju bareng ya?

Mengapa Boleh Salah dalam Kreatifitas?

Mengapa boleh salah dalam kreatifitas?

Proses kreatif seringkali melibatkan eksplorasi, penemuan, dan eksperimen. Ketika kita mencoba hal-hal baru, mencoba divergen dan tidak terikat oleh batasan atau konvensi yang ada, kita cenderung melihat segala sesuatu dengan perspektif yang berbeda, banyak hal baru!🥳

Dalam proses ini, menemukan kesalahan bisa menjadi sumber inspirasi yang penting. Sangat penting bahkan!

Ketika kita menemukan kesalahan atau ketidaksesuaian dalam suatu hal, itu menciptakan kesempatan untuk memikirkan cara-cara baru untuk memperbaiki atau memperbaiki masalah tersebut. Hanya saja tidak semua organisasi memperbolehkan buat salah yaa, takuut!🥺

Kesalahan bisa menjadi titik awal untuk berpikir secara kreatif dan menghasilkan solusi yang inovatif. Kesalahan dapat mendorong kita untuk keluar dari zona nyaman dan mencari cara-cara baru untuk melakukan sesuatu. Tapi jangan lupa bahwa kesalahannua terukur dalam tahapan-tahapan inovasi ya! Banyak toolsnya, cobain deh🫣

Selain itu, kesalahan juga dapat membantu kita belajar dan berkembang. Dalam proses mencoba-coba, kita mungkin mengalami kegagalan atau kesalahan. Namun, daripada melihatnya sebagai kegagalan, kita dapat melihatnya sebagai peluang untuk belajar dari kesalahan tersebut🤓

Dengan mengidentifikasi dan memahami kesalahan, kita dapat mengembangkan pengetahuan baru, mengasah keterampilan, dan meningkatkan kemampuan kita di masa depan. Jangan lupa konsisten iterasinya!

Dalam konteks kreativitas, kesalahan juga dapat memicu pemikiran asosiatif. Ketika kita menemukan kesalahan atau inkonsistensi, otak kita cenderung mencari solusi alternatif atau melompat ke gagasan-gagasan baru. Kesalahan bisa banget merangsang imajinasi dan menginspirasi ide-ide yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Namun, penting juga untuk dicatat bahwa kesalahan saja tidak cukup untuk memicu proses kreatif. Penting juga untuk memiliki ketekunan, kerja keras, dan sikap terbuka terhadap eksperimen dan pembelajaran. 🤩

Kesalahan hanyalah salah satu bagian dari proses yang lebih besar dalam mencapai kreativitas dan inovasi. Sisanya adalah konsistensi memperbaikinya, eksplorasi hingga menemukan hal-hal luar biasa! 🚀

Melampaui Mimpi yang Hadir Lebih Cepat🚀🚀

Sebuah mimpi pastilah sebuah kondisi ideal, gambaran utuh sebuah cita-cita yang dituliskan dalam sebuah visi, diturunkan dalam langkah-langkah berupa misi. Visi Misi merupakan bentuk pemikiran strategis jangka panjang. Kemudian, bagiamana menurunkan dari kondisi ideal ke kondisi nyatanya?

✔️Thinking
Pemikiran, jelas perlu dituliskan & tergambarkan, hingga setiap orang memahami imajinasi yang inspiratif yang membuatnya sebagai sumber bernergi bagi setiap anggota tim menjalaninya, meski dengan dinamika yang tinggi. Jadi bahan bakar perjalanan merajut mimpi. Pemikirian (Thinking) diturunkan dalam perencanaan (Planning) & dituangkan dalam aktivitas (Doing). Thinking atau pemikiran dituangkan dalam rumusan visi yang menginspirasi & misi berupa langkah-langkah yang kemudian diiterasi dalam tahapan lanjutnya.

✔️Planning
Planning atau perencanaan, merupakan penuangan visi dalam bentuk bagaimana perjalanan dilakukan hingga tindakan / taktik apa yang akan diambil. Perencanaan yang baik memerlukan pemikiran yang matang, fleksibilitas & komitmen untuk menjalankan rencana. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat memperbaiki peluang keberhasilan & mengurangi risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan rencana tersebut.

✔️Doing
Visi diturunkan menjadi strategi, dan diturunkan menjadi tujuan, ketiga hal ini perlu didefinisikan secara inspiratif. Doing terdiri dari kesepakatan akan Tujuan/ Aim / Destinasi yang diterjemahkan menjadi objective yang merupakan kumpulan hasll-hasil dari inisiatifnya.

Beragam hal praktikan dalam menurunkan mimpi, terdiri dari rumusan misi (langkah-langkah), Taktik (tindakan) & Tujuan (hasil) adalah hal-hal praktikal yang secara konsisten dilakukan, dijaga presistensinya dalam ritual-ritual menjaga keselarasan tujuannya.

Ya memang, mimpi tak bisa tiba-tiba hadir dalam bentuk keajaiban, tapi punya keterampilan menurunkannya dalam jangka waktu tertentu jadi penting! dengan tim yang senantiasa berbernergi karena jelas visi misinya, diperlihara dalam kesehariaannya & presisten mengiterasi akan melahirkan hasil-hasil yang tidak sekedar menghasilkan visi, tapi bisa jadi beyond, dalam bentuk melampaui mimpi yang hadir lebih cepat🚀🚀

The Innovator’s Dilemma

“Aneh banget!”
“Sebuah hal yang ga biasanya!” “Biasanya kan gini”, “Pengalaman kami biasanya gini pak!”🤔

Beragam tanggapan ketika menayangkan sebuah gambar dimana sebungkus Tolak Angin cair dituangkan pada segelas kopi kekinian. Sebagian besar akan mengungkapkan perasaan aneh & mentertawakannya😄

Tapi cara-cara tak biasa inilah yang membuat perusahaan jamu Sidomuncul dengan Produknya Tolak Angin ini kemudian bisa survive dan menjadi pemenang pasar bahkan diluar jamannya? Meski mengundang tawa,cara-cara ini berhasil membawa mereka dengan cara-cara inovatif🚀

Bandingkan dengan kompetitornya yang merujuk dengan cara-cara yang biasa, “berdasar pengalaman” bisa jadi berada dalam zona inovator’s dillema, merasa besar & jadi galau melakukan proses-proses baru.

Di perusahaan yang sudah besar kerap timbul konflik internal antara mempertahankan model bisnis yang mapan / mengambil risiko mengadopsi teknologi baru yang belum teruji untuk mempertahankan posisinya🤨

Innovator’s dilemma merujuk pada situasi ketika perusahaan mapan gagal mengembangkan inovasi yang mengguncang pasar/mengancam bisnis utamanya😖

Dalam banyak kasus, inovasi tersebut muncul sebagai teknologi baru yang memungkinkan produk jadi lebih baik/murah, tapi perlu investasi & risiko tinggi. Sementara, perusahaan yang sukses dalam industri yang mapan cenderung memprioritaskan pengembangan & perbaikan produknya yang telah terbukti sukses di pasar yang ada, terlalu fokus pada meningkatkan efisiensi operasionalnya, daripada investasi🤯

Seiring waktu, inovasi bisa tumbuh & menjadi pesaing yang lebih kuat & perusahaan yang sukses dalam industri yang mapan bisa kehilangan pangsa pasarnya karena terlambat beradaptasi dengan perubahan pasar & mengalami “dilema inovator” karena terjebak antara mempertahankan bisnis utama mereka & mengambil risiko dengan investasi besar dalam teknologi baru yang belum terbukti🤓

Perusahaan adaptif kerap hadir dengan sesuatu yang aneh pada mulanya, karena keluar dari kebiasaan adalah salah satu tanda keberanian bereksperimen, pilar penting kemampuan bertahan & menang karena konsisten bereksperimen, berulang belajar dari keberhasilan & kegagalannya😎😎😎

The Ability to Innovate!

Setelah Willingness to Innovate, pertanyaan berikutnya adalah The Ability to Innovate! Mau banget berinovasi, tapi seberapa mampu? Punya pemimpin berkualitas & tim dengan rasa komunitas yang tepat memang diperlukan, tetapi ga cukup. Ada beberapa kemampuan khusus yang perlu dikembangkan, ditumbuhkan & dikawal untuk tumbuh. Ada 3 hal penting yang jadi pilar sebuah tim jadi bisa berinovasi, bukan sekedar mau berinovasi!

✔️Creative Abrasion:
Ini adalah kemampuan meramu beragam ide berbeda. Mampu memanfaatkan fakta bahwa solusi inovatif biasanya muncul ketika ide-ide yang muncul karena beragam bahkan bertentangan. Organisasi inovatif justru mampu menyatukan perspektif beragam & keahlian yang luas. menciptakan dialog yang menghasilkan kumpulan ide yang menawarkan berbagai pendekatan yang kemudian memungkinkannya menjadi hibrida yang lahir dari berbagai sudut pandang yang dirangkul & mengelola sejumlah paradoks yang tak punya “jawaban yang benar” hingga disesuaikann secara terus-menerus.

✔️Creative Agility:
Ketangkasan ini diperlukan untuk bisa mengembangkan & menguji pilihan-pilihan berbeda, belajar dari hasil & mau selalu mencoba lagi. Tim perlu menahan dari ketergesaan dalam menghilangkan ide-ide/opsi-opsi yang timbul. Ketangkasan kreatif ini mengandalkan refleksi, tapi basisnya menggunakan data untuk mengevaluasinya & mengungkap kemungkinan-kemungkinan baru.

✔️Creative Resolution:
Kemampuan tim untuk menyatukan semua kelompok pembelajaran – bahkan ide-ide yang pernah dianggap saling eksklusif sekalipun. Pada organisasi tradisional pengambilan keputusan sering diputuskan sebagai keharusan memilih antara “A” / “B”, padahal pada organisasi inovatif tidak bisa terjebak dengan pola pikir biner ini. Ia harus mampu melampaui pola pikir biner & mengintegrasikan aspek, sudut pandang, meramu & memetakan banyak solusi yang mungkin untuk menciptakan hasil yang unggul & berhasil dalam jangka pendek & panjang.

Jika dibaca memang mudah ya! tapi dalam pelaksanaannya memang kerap kali menimbulkan beberapa hal paradoks yang memungkinkan terjadinya kegagalan penguasaan keterampilan inovasi & atau proses inovasinya jadi berjalan lamban. Berikutnya, kita bahas ya!🚀🚀