Agile Bukan Berarti Multitasking

Agile bukan berarti multitasking loh yaa. Dalam pendekatan Agile, fokus justru jadi variable penting, dilakukan pada satu set pekerjaan dalam satu waktu tertentu, bukan mencoba untuk menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus yaa, bukan Agile nantinya yang ada chaos🥱

Pendekatan yang Agile berorientasi pada outcomes hingga kolaborasi tim jadi kunci. Memastikan menghasilkan hasil yang punya nilai, atau berhasil dalam iterasi singkat, dan fleksibilitas untuk merespons perubahan kebutuhan atau prioritas yang mungkin terjadi selama pengembangan sebuah produk😎

Salah satu prinsip utama dalam Agile adalah bagaimana kita bisa memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan mengelompokkannya dalam iterasi atau sprint yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, biasanya dalam beberapa minggu🎁

Dalam Agile, tim bekerja secara terfokus pada tugas-tugas yang telah ditetapkan untuk melakukan iterasinya. Tim ini mengerjakan satu tugas pada satu waktu dengan memberikan perhatiannya secara penuh & berkualitas tinggi pada pekerjaannya itu. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk lebih fokus, mengurangi gangguan, dan menghasilkan hasil pekerjaan yang lebih baik😍

Jika selama ini kita anggap multitasking itu baik dengan mencoba melakukan banyak tugas sekaligus, pada kenyataannya praktek ini mengakibatkan pemborosan waktu & energi karena perhatiannya jadi terpecah, kualitas pekerjaan juga menurun, dan pasti bakal timbul peningkatan risiko kesalahan😵‍💫

Dalam konteks Agile, multitasking bisa banget mengganggu aliran kerja tim, memperlambat sebuah perkerjaan memberikan hasil, dan bisa mengurangi kemampuan tim untuk merespons perubahan dengan cepat🚀

Dalam Agile, menjadi penting untuk bisa memprioritaskan tugas dan fokus pada satu tugas pada satu waktu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil kerjanya✔️✔️

Selamat mencoba yaa!

Kooperatif Vs Kolaboratif

Kekuatan kelompok akan tercermin dari seberapa kuat kualitasnya untuk saling terhubung, kolaborasi akan memacu tim bergerak eksponensial. Beda dengan kooperatif ya, walau mirip, dua pendekatan ini berbeda dalam kerja sama & interaksinya. Jika kamu punya tim yang inovatif, proporsi mana yang lebih banyak dieksekusi, kooperatif atau kolaboratif. Bedanya apa?

✔️TUJUAN:
🚀Kooperatif, singkatnya “bagi tugas”. Tujuannya menyelesaikan tugas / mencapai hasil dengan membagi tugas & tanggung jawab & bekerja secara independen.
🚀Kolaboratif, singkatnya, “punya tujuan yang sama”, mencapai pemahaman bersama yang mendalam, berbagi pengetahuan & mencapai hasil bersama dengan diskusi.

✔️STRUKTUR:
🚀Kooperatif, atau “punya job desk masing-masing” Bekerja mandiri pada bagian masing-masing. Tidak ada interaksi intensif / tukar ide yang signifikan.
🚀Kolaboratif, singkatnya “meramu bersama”. interaksi lebih intens, saling berbagi ide, pandangan & pengetahuan, bekerja bersama.

✔️FOKUS:
🚀Kooperatif, sederhananya “kerjaan gw” 🙂 fokus pada kontribusi individu & pencapaian pribadi dalam kerangka kerja kelompok. Tiap anggota mencoba menyelesaikan tugas sesuai dengan tujuan pribadinya.
🚀Kolaboratif, singkatnya “kerjaan kita” lebih fokus pada kerjasama & kontribusi kelompok yang saling melengkapi, mendukung & bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

✔️KOMUNIKASI:
🚀Kooperatif, singkatnya “koordinasi” komunikasi antara anggota kelompok mungkin terbatas pada memberikan arah & petunjuk, banyak melakukan koordinasi tugas, atau pembaruan progres individu masing-masing.
🚀Kolaboratif, singkatnya “bagaimana solusi kita?” komunikasinya lebih terbuka & intensif. Lebih sering berbagi ide, berdiskusi, memberikan umpan balik & menjalin interaksi lebih dalam untuk mencapai pemahaman & hasil bersama.

✔️KEUNTUNGAN:
🚀Kooperatif, singkatnya “terkontrol” bisa meningkatkan efisiensi, tiap anggota punya tanggung jawab jelas & kontrolnya masing-masing.
🚀Kolaboratif, singkatnya “terlibat aktif. Mengusung kreativitas, penuh diskusi hingga bisa memperluas perspektifnya, saling belajar & mencapai hasil yang lebih baik daripada jika dicapai secara individu.

Semoga bermanfaat ya!❤️

“Partnering with Client”

Jangan lupa cari guru, juga bentuk-bentuk mencari ilmu & mengkontekstualisasikannya. Saat ini banyak individu / tim punya Coach dimana Ia akan berinteraksi untuk membantunya mencapai tujuan pribadi / profesionalnya, gimana sih prosesnya?😎

Proses coaching melibatkan hubungan kolaboratif diantaranya, bertindak sebagai mitra yang mendukung & memfasilitasi pertumbuhannya. Ia menggunakan berbagai teknik & alat untuk membantu coacheenya mengidentifikasi & mencapai tujuannya, meningkatkan kesadaran diri, memperluas wawasan, mengatasi hambatan & mengembangkan potensinya.

✔️Fokus:
Coaching berfokus pada pencapaian tujuan spesifik yang ditetapkan oleh coachee, membantunya mengidentifikasi tujuan, mengembangkan rencana & memberikan dukungan dalam mencapai tujuanya.

✔️Struktur:
Coaching punya struktur lebih formal & terstruktur. Ada proses yang jelas, dengan sesi terencana & tujuan yang ditetapkan.

✔️Dinamika:
Hubungan antara coach & coachee bersifat kolaboratif & setara. Coach bertindak sebagai fasilitator yang membantu kita menemukan solusinya sendiri & mengembangkan potensi mereka.

Ada satu istilah penting dalam Coaching yakni “Partnering with client” di mana coach & coachee bekerja sebagai mitra dalam prosesnya. Hubungannya adalah hubungan kolaboratif, Coach tidak berperan sebagai ahli yang memberikan solusi atau nasihat langsung, tetapi sebagai fasilitator yang membantu klien menemukan pemahaman, perspektif, dan solusi mereka sendiri.

Coach bertindak sebagai pendorong, pendengar aktif & penggerak dalam membantu coachee mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri, mengidentifikasi tujuan mereka, dan mengambil langkah-langkah menuju pencapaian tujuan tersebut.

Coach akan fokus pada mendengarkan dengan empati, mengajukan pertanyaan yang mendalam & menggunakan teknik refleksi untuk membantu coachee menjelajahi pemikiran, keyakinan, dan perasaannya hingga Ia merasa punya tanggung jawab penuh atas proses coachingnya & merasa didukung serta didorong untuk mencapai tujuan yang mereka tetapkan.

Coach memfasilitasi, memandu coachee mengungkapkan potensi terbaiknya & mencapai hasil yang diinginkan🚀

Udah punya coach blm ni?😘

“Leaders Eat Last”

Di Bali, bersama CEO @agilitytransformation@alu_media selepas makan kami berbicara satu buku dari seorang penulis favorit Simon Sinek, dari bukunya Leader Eat Last yang ditulis tahun 2013. Masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Terkait konsep bagaimana pemimpin berkorban untuk kepentingan timnya & mempromosikan rasa saling percaya diantaranya🤗

“Leaders Eat Last,” berasal dari praktek militer, di mana para pemimpinnya membiarkan pasukannya makan terlebih dahulu sebelum mereka sendiri makan. Buku ini bercerita tentang empati, menggarisbawahi pentingnya pemimpin yang peduli & memiliki empati terhadap anggota timnya. Kemampuan pemimpin untuk memahami & menghargai kebutuhan, perasaan serta pengalaman setiap anggotanya🤩

Dengan empati, pemimpin bisa mengambil perspektif lain, paham tantangan yang dihadapi, memberikan dukungan yang diperlukan, merasa bertanggung jawab untuk memastikan kebutuhan & kesejahteraan anggota timnya terpenuhi. Kemudian berusaha menciptakan lingkungan kerja yang aman, mendukung & saling menginspirasi, di mana anggota tim merasa didengar, dihargai & diakui👏

Dengan ini, pemimpin bisa membentuk hubungan yang lebih kuat dengan anggotanya, memperkuat rasa kebersamaan & mendorong kolaborasi yang lebih baik. Tiap keputusan akan mempertimbangkan kepentingan & kesejahteraan orang lain, bukan cuma kepentingan pribadi / perusahaan hingga memungkinkan anggota tim berkembang secara pribadi & profesional😎

✔️Pemimpin yang baik peduli terhadap kepentingan & kesejahteraan anggota timnya, siap berkorban & membantunya mencapai potensi terbaiknya.
✔️Bangun kepercayaan & ciptakan lingkungan yang aman & saling percaya, nyaman berbagi ide, mengambil risiko & bekerja sama tanpa takut dihakimi / diabaikan.
✔️Kekuatan tim & kesuksesannya bergantung pada kolaborasi efektif di antar anggotanya. Pemimpin jadi fasilitator kerja tim yang harmonis, menginspirasi kerjasama & menghilangkan persaingan yang merugikan.
✔️Berdayakan karyawannya, membantu mengembangkan keterampilannya, memberi kesempatan untuk tumbuh & perhatikan kebutuhan individunya.
✔️Gunakan teknologi dengan bijak, prioritaskan interaksi manusia dengan mindful & penuh makna dalam tiap aksinya.

Insight & Foresight

Nyari ilham! Kalimat yang sering muncul ketika kita melalukan proses eksplorasi. Dalam kata lain sering kita menuangkannya dalam proses pencarian insight atau foresight🤩

Insight dan foresight adalah dua konsep yang berbeda tapi saling terkait dalam konteks pemahaman & prediksi masa depan. Bedanya apa?

✔️Insight:
Insight mengacu pada pemahaman mendalam tentang suatu situasi atau peristiwa yang sudah terjadi atau sedang terjadi. Ini melibatkan pemahaman yang lebih dalam tentang konteks, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan pola-pola yang muncul dari pengalaman atau data yang ada. Insight membantu kita memahami mengapa sesuatu terjadi dan memberikan wawasan tentang situasi yang ada.

✔️Foresight:
Foresight adalah kemampuan kita untuk memprediksi atau melihat ke depan, berdasarkan pemahaman kita tentang tren, perkembangan, dan perubahan di masa depan. Foresight melibatkan menggunakan informasi yang ada untuk mengidentifikasi dan memahami kemungkinan masa depan, serta mengantisipasi potensi risiko, peluang, atau perubahan yang akan datang. Untuk memahaminya bisa melibatkan analisis, pemodelan, dan bahkan penalaran logis untuk menggambarkan atau meramalkan kejadian yang mungkin terjadi di masa depan.

Inget lagi, bedanya insight & foresight adalah bahwa insight berkaitan dengan pemahaman tentang apa yang telah terjadi atau sedang terjadi, sementara foresight berkaitan dengan pemahaman tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan. Penting banget buat jadi bahan lesson learned kita.

Insight membantu kita memahami masa lalu dan sekarang, sementara foresight membantu kita mengantisipasi dan merencanakan untuk masa depan😘

Keduanya, antara insight & foresight saling terkait dan saling mendukung loh yaa! Pemahaman yang mendalam tentang masa lalu dan sekarang (insight) dapat memberikan landasan yang kuat agar kita bisa membuat prediksi yang akurat tentang masa depan (foresight). 😎

Penting banget kita punya keterampilan mengkombinasokan insight & foresight, kita bisa punya pemahaman yang lebih komprehensif dan informasi yang lebih baik untuk membuat keputusan yang tepat di masa depan.

Ayoo belajar lagi yok😎😎😎

Melampaui Mimpi yang Hadir Lebih Cepat🚀🚀

Sebuah mimpi pastilah sebuah kondisi ideal, gambaran utuh sebuah cita-cita yang dituliskan dalam sebuah visi, diturunkan dalam langkah-langkah berupa misi. Visi Misi merupakan bentuk pemikiran strategis jangka panjang. Kemudian, bagiamana menurunkan dari kondisi ideal ke kondisi nyatanya?

✔️Thinking
Pemikiran, jelas perlu dituliskan & tergambarkan, hingga setiap orang memahami imajinasi yang inspiratif yang membuatnya sebagai sumber bernergi bagi setiap anggota tim menjalaninya, meski dengan dinamika yang tinggi. Jadi bahan bakar perjalanan merajut mimpi. Pemikirian (Thinking) diturunkan dalam perencanaan (Planning) & dituangkan dalam aktivitas (Doing). Thinking atau pemikiran dituangkan dalam rumusan visi yang menginspirasi & misi berupa langkah-langkah yang kemudian diiterasi dalam tahapan lanjutnya.

✔️Planning
Planning atau perencanaan, merupakan penuangan visi dalam bentuk bagaimana perjalanan dilakukan hingga tindakan / taktik apa yang akan diambil. Perencanaan yang baik memerlukan pemikiran yang matang, fleksibilitas & komitmen untuk menjalankan rencana. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat memperbaiki peluang keberhasilan & mengurangi risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan rencana tersebut.

✔️Doing
Visi diturunkan menjadi strategi, dan diturunkan menjadi tujuan, ketiga hal ini perlu didefinisikan secara inspiratif. Doing terdiri dari kesepakatan akan Tujuan/ Aim / Destinasi yang diterjemahkan menjadi objective yang merupakan kumpulan hasll-hasil dari inisiatifnya.

Beragam hal praktikan dalam menurunkan mimpi, terdiri dari rumusan misi (langkah-langkah), Taktik (tindakan) & Tujuan (hasil) adalah hal-hal praktikal yang secara konsisten dilakukan, dijaga presistensinya dalam ritual-ritual menjaga keselarasan tujuannya.

Ya memang, mimpi tak bisa tiba-tiba hadir dalam bentuk keajaiban, tapi punya keterampilan menurunkannya dalam jangka waktu tertentu jadi penting! dengan tim yang senantiasa berbernergi karena jelas visi misinya, diperlihara dalam kesehariaannya & presisten mengiterasi akan melahirkan hasil-hasil yang tidak sekedar menghasilkan visi, tapi bisa jadi beyond, dalam bentuk melampaui mimpi yang hadir lebih cepat🚀🚀

Minimum Viable Team (MVT)

MVT Minimum Viable Team, yang biasanyan terdiri dari Hacker, Hipster dan Huster🤨🥸😎😇

Kemarin sambil olahraga keliling kampung sebelah terpesona dengan sebuah gambar tokoh-tokoh wayang golek ini di dinding sebuah rumah warga. Seketika pikiran kembali ke masa kecil ketika wayang golek jadi tontonan favorit di TVRI📺

Kelengkapan tokoh ini menggambarkan tim yang lengkap sebagai MVT, terdiri dari Semar, Gareng, Dewala, dan Cepot yang punya peran& fungsi yang berbeda-beda sebagai Punakawan.

✔️Semar
Penasihat- Mentor
Tokoh paling penting, digambarkan sebagai tokoh tua dengan tubuh gemuk & wajah yang lucu. Ia dianggap sebagai pemimpin para wayang, dan sering kali menjadi penengah antara dewa-dewi dan manusia dalam cerita. Semar juga dianggap sebagai simbol kearifan lokal, mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada penonton.

✔️Gareng
Problem Solver;
Saudara Semar yang juga dianggap sebagai penengah dalam cerita, tokoh yang cerdik & humoris, dengan tampilan fisik yang kurus dan panjang. Ia sering kali menjadi sumber komedi dalam pertunjukan wayang golek.

✔️Dewala
Cerdas-Kuat-Berani
Tokoh yang mewakili kekuatan baik. Ia biasanya digambarkan sebagai seorang ksatria yang gagah dan berani, dengan tampilan fisik yang idealis. Dewala sering kali melawan tokoh jahat dalam cerita, dan selalu bertindak untuk mempertahankan kebenaran.

✔️Cepot
Kocak, cerdik suka bergurau
Tokoh yang paling lucu dalam pertunjukan wayang golek. Ia digambarkan sebagai seorang tukang kebun yang ceroboh, dengan tampilan fisik yang kecil dan kurus. Cepot sering kali menjadi sumber utama komedi dalam pertunjukan, dan diajarkan oleh Semar untuk menjadi orang

Keempat tokoh ini saling berinteraksi satu sama lain, dan membawa cerita dalam pertunjukan menjadi hidup. Gimana dengan tim kamu? Jika digambarkan dalam penokohan wayang golek ini, siapa aja nih yang jadi mereka?

Konsep MVT jadi penting agar kamu punya tim lengkap dan saling melengkapi, divergen agar senantiasa inovatif dan terbuka dengan perubahan, lengkap secara kompetensi, secara watak juga saling melengkapi, jadi seru dinamikanya🚀

Ingat Ya, Agile Bukan berarti Chaos!✔️

Agile itu bukan berarti tidak fokus ya, agile justru menitikberatkan pada kemampuan kita untuk fokus🎯

Tapi sering-seringlah untuk memahamkan diri dan tim, bahwa agile sangat jauh dari chaos. Justru agile sangat anti dengan kondisi chaotic🤯 tapi yang menyenangkannya justru berasal dari fleksibilitasnya✔️

Dalam metodologi Agile, fokus sangat penting karena Agile berfokus pada outcomes atau hasil yang bermanfaat dan berkualitas tinggi dalam waktu yang lebih singkat dari sebuah pekerjaan😎

Agile memandang bahwa fokus adalah kunci untuk memastikan bahwa inisiatif dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien, mengawalnya hingga menghasilkan hasil yang berfungsi dan bekerja dengan baik🚀

Dalam Agile, fokus juga berarti bahwa anggota tim memahami bahwa Ia perlu menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain✔️✔️✔️

Dengan cara ini, mereka dapat memastikan bahwa pekerjaan yang sedang dikerjakan diselesaikan dengan benar dan bahwa kualitas hasil kerja yang dihasilkan akan menjadi lebih baik🎁

Selain itu, fokus juga membantu untuk mengurangi kebingungan dan ketidakpastian dalam proyek atau sebuah pekerjaan🛠️

Oleh karena itu, jadi penting menetapkan fokus yang jelas pada tujuan dan tujuan yang spesifik, anggota tim dapat memprioritaskan pekerjaan mereka dengan lebih baik dan memastikan bahwa mereka bergerak maju dalam cara yang terstruktur dan terukur📊

Dengan kata lain, fokus sangat penting dalam Agile karena membantu tim kita untuk mempercepat dalam menyampaikan hasil kerja yang berkualitas tinggi dan bermanfaat, mengurangi kebingungan dan ketidakpastian dalam proyek, dan memastikan bahwa pekerjaan diselesaikan dengan benar dan dalam waktu yang tepat🤩

Ingat yaa, agile, bisa jadi flexible tapi bukan berarti chaos!✔️

Konsisten dalam Proses Review dan Retrospective

Kesungguhan berikhtiar, istiqomah dan bersyukur selama proses adalah kunci keberhasilan, karena justru di sinilah letak paling paling rawan dimana banyak kegagalan terjadi.

Proses-proses eksperimental yang iteratif membuahkan banyak hikmah dalam mewujudkan sebuah keberhasilan yang by-design🤩

Dalam Agile-Scrum justru semangat konsistensi inilah yang dibangun, memelihara mimpi dengan proses kongkret berorientasi hasil, mengutamakan outcomes hingga memastikan keberhasilannya🤝 prosesnya bersamaan dengan melatih tim agar punya nilai, kualitas dan kapasitas yang lebih baik.

Ritual-ritual daily, weeky atau per sprintnya dalam kerangka kerja Agile Scrum bukan hanya berfungsi untuk memonitor sejauh mana pekerjaan sudah berjalan dan menghasilkan, tapi justru proses review dan retrospektifnya adalah inti penting menghasilkan pembelajaran bukan sekedar produk jadi, tapi keseimbangan antara bagaimana sebuah tim mengambil beragam hikmah / lesson learned dari setiap kegagalan-kegagalan kecil yang terjadi✔️

Dari catatan-catatan harian atas kebehasilannya pun terbaca sebagai pembelajaran yang bisa diulang diproses selanjutnya🔑

Lebih dalam sebenarnya, proses review dan retrospective ini membawa tim untuk senantiasa bersyukur atas langkah-langkah keberhasilan kecil yang terus tercipta, dan langkah-langkah pembenahan atas kesalahan-kesalahan yang tercipta sepanjang proses hingga tak terulang kemudian hari🤔

Salah satu hal kecil mengapa proses ini mengundang rasa syukur adalah dengan adanya penggunaan Kudos Wall, atau papan terimakasih yang digunakan sebagai ucapan penghargaan dan rasa syukur atas nikmat yang dirasakan sepanjang prosesnya. Setiap ritual daily menempelkan stickynotes ucapan terimakasih hingga akhirnya terlihat ternyata begitu banyak kenikmatan pembelajaran dan keberhasilan yang dirasakan🤩😄

“Dan (ingatlah), jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Semakin banyak kita bersyukur, semakin besar pula rasa keikhlasan kita dalam berkarya, makin dekat pula kita denganNya, dan tentu rasa optimis untuk hadir dengan karya-karta bermanfaat. insya Allah.

3 Pilar Kepemimpinan dalam Inovasi

Mengelola inovasi memang perlu karakter kepemimpinan unggul, bisa menempatkan dirinya pada situasi dan kondisi yang berbeda dengan kemampuan adaptibilitasnya.

Tantangan pemimpin tentunya adalah bagaimana Ia bisa membangun budaya inovasi yang kuat, punya visi jelas tentang arah inovasi organisasi & bagaimana inovasi tersebut akan menghasilkan nilai tambah, menjalin kemitraan dengan para inovator, mengelola risiko inovasi, memiliki proses baik untuk mengelola risiko inovasi, menyediakan sumber daya yang cukup & mengukur kinerja yang tepat untuk memastikan bahwa inovasi organisasi berjalan dengan baik.

Selain itu, memang sepanjang hayatnya berkomitmen menjadi pembelajar dimana hingga semakin matang Ia menemukan perpaduan yang tepat dari setidaknya tiga kualitas penting dirinya:

✔️Pola Pikir Terbuka:
Pemimpin organisasi yang inovatif perlu siap untuk mengesampingkan gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya dari pemangku-pemangku kepentingan yang terlibat/karena struktur organisasi/perusahaan serta tugas-tugas yang ada.

Dengan demikian, ia akan memahami sudut pandang orang lain dengan memfasilitasi diskusi-diskusi terbuka & perdebatan positif mengarah pada kebaruan-kebaruan. Mendengarkan pendapat orang lain, Menerima kritik secara konstruktif, perlu terus terbuka untuk belajar hal baru & mempertimbangkan opsi yang berbeda, toleran terhadap perbedaan, berbicara secara jujur dan terbuka. Pemimpin harus berani mengungkapkan pandangannya sendiri, sambil tetap terbuka terhadap pandangan orang lain

✔️Kemampuan untuk Mengelola Paradoks:
Pemimpin perlu mampu mengenali keberadaan paradoks dan memahami bahwa ada beberapa situasi di mana tidak ada jawaban yang benar atau salah. Paradoks dapat muncul dalam situasi seperti kecepatan vs kualitas, fleksibilitas vs stabilitas, inovasi vs efisiensi, dll.

✔️Kualitas Pribadi yang Tepat:
Memimpin inovasi tentu membutuhkan tingkat kepercayaan diri dan kerendahan hati yang tinggi. Belum lagi menuntut wawasan, keterlibatan, keingintahuan, dan tekad kuat yang akan menjadi karakteristik penting, terlebih mereka akan berkembang dalam ambiguitas & ketidakpastian.

Belajar sepanjang hayat yaa🤝