Kita sudah lama nyaman dengan kebiasaan yang sama: nikmatin hasilnya, tutup mata soal sisanya. Datang ke gerai kopi, minum, buang gelas, beres. Urusan dianggap selesai. Padahal, kebiasaan ini bisa jalan karena dampaknya dipindahin ke tempat yang ga kita lihat. Bukan hilang, cuma disingkirkan dari ceritanya.

Di dunia kopi, brand tumbuh, transaksi naik, sampah gelas plastik mengalir deras. Fore Coffee juga gitu, mereka berkembang cepat, melayani banyak orang &otomatis ninggalin limbah dalam jumlah besar. Masalahnya bukan soal ini baik buruknya, tapi siapa yang akhirnya ngurus dampaknya & sejauh apa bisnis mau mengakuinya.

Di titik ini, @fore.coffee milih jalan pilih cara yang nggak banyak diambil brand lain. Alih-alih main aman lewat kampanye hijau yang rapi dan berbaui greenwashing, mereka bawa dampaknya balik lagi langsung ke depan mata. Gelas plastik bekas nggak disembunyiin di balik proses yang nggak kelihatan, tapi muncul lagi jadi furnitur dan elemen di gerai. Langkah ini jelas berisiko. Begitu dampak ditampilin, nggak ada lagi ruang buat pura-pura bersih. Di situlah kejujuran bener-bener diuji.

Tentu, langkah kayak gini nggak mungkin jalan sendirian. Di sinilah @robries pegang peran penting. Mereka masuk ke bagian yang jarang ada yang mau pegang: limbah yang kotor, proses yang ribet, dan hasil yang harus bener-bener kepakai. Nggak ada janji nol sampah, nggak ada klaim heroik. Yang ada kerja nyata. Banyak inisiatif “hijau” tumbang bukan karena idenya jelek, tapi karena nggak ada yang mau ngurus bagian paling nggak enak ini.

Makanya, soal greenwashing nggak perlu dibela panjang-panjang. Cukup ditunjukin lewat sistem. Usaha yang mengusung Greenwashing biasanya sibuk ngurus kesan, tapi yang transformasif, dia sibuk ngurus dampak nyatanya. Tentu, Fore tetap adalah bisnis kopi yang pengen tumbuh & Robries tetap bergulat sama limbah yang nyata. Tapi waktu dampak ditampilkan langsung dan bebannya dibagi sama partner yang tepat, bedanya kelihatan jelas.

Kalau cuma cerita hijau, semua bisa. Tapi bisnis yang bertanggung jawab kelihatan dari siapa yang mau diajak kerja bareng buat ngurus dampak negatif bisnis seperti sampah plastik yang dihasilkannya tiap hari.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *