
Beneran Mau Pakai OKRs?
Ada satu fase ketika mulai merasa tak nyaman dengan cara kami bekerja. Di atas kertas, semuanya keliatannya bergerak: rapat jalan, inisiatif nambah, target makin jelas. Namun di balik itu, kelelahan tim terus meninggi, sementara rasa kemajuan tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan. Dari situ kami mulai bertanya, bukan soal kurang kerjaan, tapi soal tujuan. Sibuk tapi tidak benar-benar fokus. Di titik itulah wacana penggunaan kerangka tujuan mulai muncul.
Pada awalnya, pendekatan ini terasa masuk akal. Kami perlu fokus & kerangka tersebut menawarkan clarity. Tapi pas dijalankan, muncul kegelisahan lain. Target memang tertulis rapi & progres rutin dilaporkan, tetapi pola kerja nyaris tidak berubah. Diskusi tetap reaktif, prioritas mudah bergese & keputusan sering diambil terlalu hati-hati. Perlahan kami sadar, persoalannya bukan pada kerangkanya, melainkan pada kesiapan kami sendiri. Cara berpikir tim belum cukup matang, budaya belajarnya belum kuat, dan kami belum cukup lincah untuk langsung bertumpu pada satu pendekatan strategis.
Kesadaran ini membawa kami pada pilihan penting: berhenti berharap ada alat yang bisa “menyelamatkan” keadaan & mulai bereksperimen secara lebih sadar. Karena itu, kami mencoba menggabungkan kerangka tujuan dengan disiplin eksekusi yang lebih membumi. Yang pertama kami gunakan untuk menyepakati hal-hal yang benar-benar penting, sementara yang kedua menjadi penyangga agar fokus tersebut tidak kembali tenggelam dalam kesibukan harian. Fokus mingguan, ukuran yang bisa dikendalikan & akuntabilitas sederhana perlahan membentuk ritme baru, tidak selalu nyaman, tetapi lebih nyata.
Dari proses ini, kami belajar bahwa perubahan jarang berjalan lurus. Yang paling menentukan bukan pilih metode apa? Tapi jujur membaca kesiapan diri & tim. Pendekatan strategis yang terasa terlalu “tinggi” untuk kondisi kami saat itu, sementara disiplin eksekusi membantu membangun kedewasaan berpikir langkah demi langkah. Agile pun akhirnya tidak kami kejar sebagai label, tapi sebagai kebiasaan yang tumbuh perlahan: belajar fokus, konsisten & jujur sebelum melangkah lebih jauh.
Belajar OKRs & 4DX bareng @agilitytransformation





No comment yet, add your voice below!